Ketua Umum Permikomnas menginstruksikan seluruh jajaran wilayah untuk bersama-sama menjaga ruang digital Indonesia
Ketua Umum PERMIKOMNAS, Fadli, mengimbau masyarakat untuk tetap berani menyampaikan aspirasi sekaligus bersikap kritis terhadap informasi terkait aksi 27 Agustus 2026. Ia menegaskan bahwa perjuangan demokrasi di ruang publik maupun digital tidak boleh dirusak oleh hoaks, fitnah, provokasi, atau tindakan doxing.
Fadli, selaku Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional (PERMIKOMNAS), menegaskan bahwa rakyat tidak boleh takut untuk bersuara, tetapi juga tidak boleh mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Hari ini, suara rakyat tidak hanya terdengar di jalan dan kampus. Suara itu juga hadir di Instagram, TikTok, X, YouTube, WhatsApp, dan berbagai ruang digital lainnya.
Karena itu, dalam menyikapi informasi terkait aksi 27 Agustus 2026, masyarakat harus tetap tenang, kritis, dan tidak mudah percaya pada informasi yang beredar begitu saja.
Jangan sampai perjuangan menyampaikan aspirasi justru dirusak oleh hoaks, provokasi, fitnah, atau informasi palsu.
Kami Mengajak Masyarakat:
1. Jangan mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial. Periksa sumbernya sebelum percaya dan membagikannya.
2. Jangan sebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait lokasi, waktu, peserta, maupun situasi aksi.
3. Bedakan informasi resmi dengan potongan video, narasi anonim, dan unggahan provokatif.
4. Jangan mudah terprovokasi oleh konten yang mengajak kebencian atau kekerasan.
5. Gunakan media sosial untuk menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.
6. Jika menemukan informasi yang meragukan, cek kembali melalui sumber resmi dan media yang kredibel.
Jangan melakukan doxing, menyebarkan identitas pribadi, fitnah, atau tuduhan tanpa bukti.
Kami tidak mengajak rakyat untuk takut bersuara.
Sebaliknya, kami mengajak rakyat untuk berani bersuara sekaligus berani berpikir kritis.
Aksi menyampaikan pendapat adalah hak warga negara. Namun, menjaga agar informasi yang kita sebarkan tetap benar juga merupakan tanggung jawab kita bersama.
Jangan biarkan hoaks memecah masyarakat.
Jangan biarkan provokasi menghilangkan tujuan perjuangan.
Jangan biarkan ruang digital menjadi tempat penyebaran kebencian.
Kalau ada informasi tentang aksi 27 Agustus 2026, cek dulu sebelum share.
Tanya sumbernya.
Cek faktanya.
Baca utuh informasinya.
Jangan percaya hanya karena viral.
Rakyat punya suara.
Mahasiswa punya suara.
Ruang digital juga punya suara.
Mari gunakan suara itu untuk mengawal demokrasi, bukan menyebarkan hoaks.
Kami akan tetap mengawal.
Kami akan tetap mengkritik.
Kami akan tetap bersuara.
Bukan karena kami membenci pemerintah, tetapi karena kami mencintai Indonesia dan ingin demokrasi tetap sehat.
Saatnya pemerintah berbenah.
Saatnya rakyat didengar.
Saatnya kita lebih cerdas bermedia sosial.
Saatnya demokrasi dijaga.
Komentar (0)
Anda harus login terlebih dahulu untuk menulis komentar.
Masuk dengan GoogleBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!